Apa Itu Lampu Halogen Dan Apa Perbedaannya Dengan Lampu Biasa ?

In Otomotif 5 views
 produk kendaraan beroda empat ketika ini hampir dipastikan semuanya memakai jenis lampu halogen sebagai  Apa Itu Lampu Halogen Dan Apa Perbedaannya Dengan Lampu Biasa ?
Lampu Halogen

Produk – produk kendaraan beroda empat ketika ini hampir dipastikan semuanya memakai jenis lampu halogen sebagai penerang utama pada lampu kepala. Dengan konsumsi daya listrik yang sama dengan jenis lampu yang biasa, lampu halogen akan mengeluarkan sinar  yang lebih terperinci dan lebih awet. Oleh karenanya wajar, kalau kini juga banyak kendaraan beroda empat – kendaraan beroda empat usang yang bawaan lampu biasanya diganti oleh pemiliknya memakai lampu jenis halogen.

Lampu pijar sanggup berisi filamen tungsten, dilapisi dengan dengan beling dan didalamnya terdapat gabungan gas  yang umumnya ialah Nitrogen, Argon dan Krypton ). Ketika listrik disalurkan, filamen akan menjadi panas yang suhunya sanggup mencapai 200 derajat celcius dan lalu filamen tersebut akan membara. Bara yang dihasilkan oleh filamen lalu menjadi sumber cahaya yang terperinci sehabis dibiaskan ke lapisan kaca.

Adapun cara kerja Lampu Pijar Biasa, sanggup dilihat pada gambar dibawah ini :

 produk kendaraan beroda empat ketika ini hampir dipastikan semuanya memakai jenis lampu halogen sebagai  Apa Itu Lampu Halogen Dan Apa Perbedaannya Dengan Lampu Biasa ?
Proses Kerja Lampu Pijar ( sumber saft7.com )

Adapun keterangan dari gambar diatas yaitu :

1.  Daya listrik yang masuk ke lampu akan mengalir ke filamen (lilitan kabel kecil)  dan berakibat filamen tersebut akan membara, sedangkan tungsten akan menguap.

2. Tungsten yang menguap akan terkondensasi dalam sekala yang sangat kecil

3. Hal ini terjadi terus menerus selama lampu menyala sehingga semakin usang beling lampu akan tertutupi oleh tungsten yang berakibat beling lampu akan menghitam. Sampai akhirnya filamen tungsten akan terus menipis dan putus, lampu mati.

lampu halogen termasuk juga jenis lampu pijar. Lampu halogen diciptakan dengan memperbaiki proses lampu pijar biasa, yaitu dengan cara mengurangi penguapan tungsten supaya lampu halogen lebih tahan lama.  Kaca lampu yang dibentuk dari beling kuarsa yang tipis dan tahan panas, lalu gas yang diisikan ditambahkan sedikit gas halogen.

proses kerja lampu halogen (sumber saft7.com)

Keterangan gambar diatas yaitu :

1. Pada posisi lampu mati, gas halogen warna merah terlihat menyelimuti filamen tungsten. Secara kimia, gas halogen akan bereaksi dengan uap tungsten pada ketika lampu menyala yang menghasilkan halida tungsten.

2. Pada ketika filamen tungsten membara (lampu hidup), tungsten akan menguap.

3. gas halogen mengikat berpengaruh uap tungsten menjadi tungsten halida. ketika halida tersebut menyentuh tungsten filamen yang sedang membara, senyawa tersebut kembali terpecah dimana gas halogen kembali terlepas sementara tungsten kembali menempel pada filamen.

4. Siklus ini berulang – ulang terus menerus menhasilkan cahaya lampu yang stabil dan umur lampu yang panjang. Siklus ini disebut juga dengan siklus halogen atau halogen cycle.

Namun, syarat utama untuk terjadinya siklus halogen ialah suhu permukaan beling yang harus sangat panas mencapai suhu 250 – 900 derajat celcius. Jika suhu beling lampu berada dibawah suhu tersebut, maka halogen tidak sanggup mengikat uap tungsten. Akibatnya, tungsten akan menempel pada dinding beling potongan dalam, dan usang kelamaan beling akan menghitam. Akibatnya lampu halogen akan cepat putus.

Oleh lantaran itu, suhu pada lapisan beling dilarang ada yang lebih cuek yang nantinya mengakibatnya bertumpuknya uap tungsten pada potongan suhu cuek tersebut.

Cara memegang lampu halogen 

Dan hal ini sanggup disebabkan oleh hal yang sangat sederhana akhir salah dalam memegang lampu halogen secara pribadi ke kacanya dengan tangan kita ( tanpa lapisan ). Umumya, umur lampu halogen sanggup mencapai 2000 – 4000 jam, sedangkan lampu jenis pijar biasa hanya 750 – 1500 jam.

Artikel disadur dari buku otak-atik otomotif

author
Author: 
    Menghitung Lamda  Pada Air Fuel Ratio
    Menghitung Lamda Pada Air Fuel Ratio
    LAMDA (λ) Air Fuel Ratio ( Perbandingan
    Cara Memakai Cilynder Bourgauge ( Dial Gauge)
    Cara Memakai Cilynder Bourgauge ( Dial Gauge)
      Gbr. Dial Gauge secara keseluruhan  
    Dibalik Pembuatan Kendaraan Beroda Empat Dengan Desain Yang Seakan-Akan
    Dibalik Pembuatan Kendaraan Beroda Empat Dengan Desain Yang Seakan-Akan
    Pernah gk kepikiran, kenapa kendaraan beroda empat
    Awal Mula Pembuatan Mobil
    Awal Mula Pembuatan Mobil
    Mobil pertama kali ditemukan oleh Nicolas-Joseph Cugnot

    Comments are closed.

    Must read×

    Top